Risk Grading Matrix
Pengertian Risk Grading Matrix
Menurut Kloman (2000), kata "risk" dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Italia kuno yaitu "riscare".
Risk matrix adalah alat visual berupa tabel untuk menilai dan memprioritaskan risiko dengan menggabungkan dua dimensi: probabilitas/frekuensi (seberapa sering bisa terjadi) dan dampak/severity (seberapa parah akibatnya) untuk menghasilkan tingkat risiko (risk level), yang seringkali divisualisasikan dengan warna (biru, hijau, kuning, merah) untuk menentukan tingkat urgensi penanganan.
Komponen Utama Matriks RisikoRisiko dapat dipandang sebagai:
a. Sesuatu yang merugikan terjadi (risk of loss)
b. Suatu ketidakpastian (risk of volatility)
c. Sesuatu yang menguntungkan tidak terjadi (risk of lost opportunity)
Likelihood (Kemungkinan Terjadi)
- Menilai seberapa mungkin sebuah kejadian terjadi, misalnya dengan skala:
- Sangat rendah / Jarang
- Rendah
Sedang
- Tinggi
- Sangat tinggi
Impact (Dampak/Konsekuensi)
-Menilai seberapa besar dampak jika kejadian itu benar-benar terjadi, contohnya:
-Tidak berarti
- Kecil
- Sedang
- Besar
- Sangat besar
Nilai Likelihood dan Impact sering kali diberi skor numerik (misalnya 1–5). Kombinasi skor ini kemudian menghasilkan Risk Score yang dipetakan ke level risiko:
- Nilai tinggi → Risiko tinggi → Perlu tindakan segera.
- Nilai rendah → Risiko rendah → Pengawasan rutin.
Contoh Frekuensi penilaian Risk Grading Matrix
Penjelasan : Grading risiko adalah derajat yang digambarkan dalam empat warna yaitu: Biru, Hijau, Kuning dan Merah. Warna "Bands" akan menentukan investigasi yang akan dilakukan.
Cara Penggunaan Risk Grading Matrix
1). Identifikasi risiko: Kumpulkan seluruh potensi risiko yang mungkin terjadi.
2). Nilai kemungkinan: Tentukan skor likelihood untuk setiap risiko (misalnya 1–5).
3). Nlai dampak: Tentukan skor impact untuk setiap risiko (misalnya 1–5).
4). Htung Risk Score:
Risk Score=Likelihood×Impact
(di banyak model matriks semi-kuantitatif metode ini digunakan)
Jurnal Aritikin
5). Tentukan tingkat risiko: Dari skor yang sudah diperoleh, kelompokkan risiko ke kelas (Low, Medium, High, Extreme).
6). Prioritaskan tindakan mitigasi: Keputusan mitigasi didasarkan pada tingkat risiko tertinggi terlebih dahulu.
Kesimpulan
Risk Grading Matrix adalah alat yang efektif dan sederhana dalam tahap awal penilaian risiko. Dengan memetakan kemungkinan dan dampak suatu peristiwa risiko, organisasi dapat menentukan prioritas mitigasi secara sistematis. Walaupun tidak sempurna, matriks risiko tetap menjadi metode populer dalam manajemen risiko, terutama pada fase identifikasi dan penilaian awal.
